Minggu, 16 Maret 2014

Wahai Jodohku, Datanglah

Tahun 2012 adalah tahun berkecamuknya hati untuk memilih tambatan hati. MasyaAllah.

Januari 2012 diawali dengan Jawaban SEGERA dari seorang ikhwan yang sudah berniat meminang saat itu . namun dalam hati seperti masih gamang. tidak ada proses tukar biodata karna kami sudah seperti keluarga, hanya perlu mengkomunikasikan saja kepada Murabiah dan Murabbi masing-masing. Namun di tahun ini saya baru saja mau melangkah untuk mempersiapkan kondisi keluarga untuk mengatakan "Saya Siap untuk menikah". Meskipun mengkondisikan keluarga untuk hal ini sudah jauh dari 2 tahun yang lalu, namun untuk keberanian mengatakan kemantapan hati belum ada keberanian. Ya, karena masih ada keraguan saya putuskan tidak untuk melanjutkan.


ikhtiarku untuk mendapatkan Tambatan Hati pun tak cukup dari perjalanan di januari saja, ikhtiar dan terus komunikasi dengan Murabbiah pun terus dilakukan.
Saat yang dinanti biodata pertama pun sudah pasrahkan kepada Murabbiah untuk diserahkan kepada entah siapa yang beliau percayakan. namun di bulan Juli 2012 itu selama bulan Ramadhan tak kunjung tiba kabar tentang biodata yang sudah sampai dipihak calon pinangan tersebut. singkat cerita selama 1 bulan berlalu menunggu, keputusan sepihak dari saya pun untuk tidak melanjutkan. proses selesai dengan baik, tanpa ada rasa kecewa sedikitpun.

Niat menikah pun semakin kuat. Do'a dan ikhtiar pun terus dilakukan, November 2012 tiba-tiba ada no.yang tidak saya kenal masuk ke Hanphone, sms sederhana dengan pernyataan meminta no. Hp murabbiah dengan alasan ada itikad baik untuk ta'aruf. komunikasi tidak lagi di lanjutkan karena semua proses sudah di komunikasikan antar murabbi. Murabbiah pun sigap untuk memproses itikad baik ini. Biodata sudah saya emailkan ke Murabbiah, dan tinggal menunggu jawaban dari proses ini.
tak lama kurang lebih 1 minggu setelah saya mendapatkan biodata ikhwan tersebut melalui Murabbiah mulailah saya memperkenalkan lewat cerita kepada keluarga. Biodata ikhwan tersebut pun dibaca oleh orang tua dan kakak. Respon mereka baik, dan keluargapun menanti kedatangan ikhwan tersebut.

Kondisi diri dan keluarga sudah mantap, InsyaAllah saya nyatakan untuk proses dilanjutkan.
disesi ini ada yang lucu . Saat pertemuan pertama bersama Murabbiah di tempat yang sudah di tentukan, saya pun mempersiapkan diri dihari itu, saya ketuk pintu murabbiah, ternyata beliau masih diluar menuju rumahnya, saya tunggu di depan gang ada 2 orang ikhwan berjalan kaki menuju tempat dimana saya menunggu. DAG DIG DUG!! Ya Allah apa itu orangnya? rada burem karna jaraknya masih jauh. bergegas saya sembunyi dibelakang rumah orang SENDIRI.
Tak lama kemudian Murabbiah pun datang, dan saya berhasil masuk rumah beliau, fiuuuh
masih bertanya-tanya, ikhwan tadi nyasar kemana ya


singkat cerita Ikhwan dan murabbinya pun tiba di rumah murabbiah saya, pertama-tama perbincangan dibuka oleh suami murabbiah, muka sudah mulai memerah sambil
menanyakan segala yang ingin saya ketahui tentang seseorang yang akan meninang saya. Mulai dari aktivitas, keluarga, sampai penyakitpun saya tanyakan. Keputusan untuk lanjut atau tidak tentang pertemuan antar keluarga pun ditanyakan pada saat itu juga, dan kedua pihak sepakat untuk melanjutkan proses pertemuan keluarga. sedikit plong, karna masih ada 1 tahap lagi yang harus dilalui.

Desember 2012 ikhwan ini sudah menunjukkan itikad baiknya memperkenalkan diri untuk segera meminang saya. setelah perbincangan langsung antara ikhwan dan orangtua, ia menyatakan akan segera memperkenalkan keluarga dan sekaligus mengkhitbah putrinya. alhamdulillaah, Allah mudahkan dengan jawaban YA dari orangtua saya

Gundah hati masih menyelimuti, saya masih bisa berpotensi untuk menunda menikah pada saat itu. karena kondisi orangtua yang akan segera menunaikan Umroh bersama saya di bulan Februari 2013
saya terus melobi bagaimana caranya agar tidak berlama-lama dengan proses pinangan ini.

Ikhtiar masih berlanjut ...........

Tidak ada komentar:

Posting Komentar